Mempersiapkan Mental Generasi Muda: Pdt. Pebriyanus Halawa Bekali Pelajar SMK Pangkalan Kerinci Hadapi Tantangan Zaman
Mempersiapkan Mental Generasi Muda: Pdt. Pebriyanus Halawa Bekali Pelajar SMK Pangkalan 
Foto bersama
Kerinci Hadapi Tantangan Zaman
Oleh: Peris Hal
PANGKALAN KERINCI, KOMPAS — Di tengah dinamika era modern yang diwarnai oleh kompleksitas pergaulan remaja dan arus informasi yang deras, pembinaan karakter serta mental generasi muda menjadi fondasi yang krusial. Kepedulian nyata terhadap masa depan generasi bangsa ini ditunjukkan oleh Pdt. Pebriyanus Halawa, S.Th., seorang pendeta di SND Gereja Timor, pimpinan Badan Pengurus (BP) POUK Se-Riau, sekaligus pembina rohani bagi anak-anak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Pada Kamis (3/9/2026), Pdt. Pebriyanus memimpin langsung sesi pembinaan mental dan rohani bagi para pelajar SMK di Pangkalan Kerinci. Dalam kegiatan interaktif tersebut, beliau membawakan materi yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari remaja, yakni modul bertajuk "Menghadapi Tekanan Teman Sebaya (Peer Pressure)".
Modul ini dirancang khusus untuk membekali para siswa agar memiliki keberanian moral dalam menolak berbagai bentuk pengaruh negatif di lingkungan sekolah. Mulai dari ajakan membolos, merokok, praktik menyontek massal saat ujian, hingga paparan konten digital yang tidak senonoh.
"Penting bagi anak-anak kita untuk memiliki keteguhan prinsip dan tidak mudah terseret oleh arus negatif di lingkungan pergaulan mereka," ujar Pdt. Pebriyanus di sela-sela kegiatan pembinaan.
Untuk memperkuat pemahaman para siswa, Pdt. Pebriyanus menggunakan pendekatan historis dan teologis yang mendalam. Beliau mengajak para pelajar meneladani keteguhan iman tokoh-tokoh Alkitab, seperti kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dalam Kitab Daniel 3, yang tetap teguh mempertahankan prinsip hidup benar kendati diancam hukuman berat di dalam perapian yang menyala-nyala. Selain itu, keteladanan Bapa Gereja St. Athanasius yang gigih mempertahankan kebenaran di tengah tekanan dunia (Athanasius contra mundum) juga disarikan sebagai inspirasi ketahanan mental menghadapi tekanan kelompok.
Landasan rohani tersebut diperkuat dengan pengingat ayat Alkitab dari Roma 12:2, agar para remaja tidak menjadi serupa dengan dunia ini, melainkan terus mengalami pembaharuan budi.
Kehadiran serta dedikasi Pdt. Pebriyanus Halawa dalam membimbing para siswa disambut dengan antusiasme tinggi. Melalui pembinaan yang konsisten ini, diharapkan para pelajar SMK di Pangkalan Kerinci tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki ketangguhan mental, integritas moral, serta fondasi iman yang kokoh untuk menjawab tantangan zaman di masa depan.


Komentar